Pembukaan Inovator Inovasi Indonesia Expo 2017

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenrsitekdikti) menggelar Indonesia Inovator dan Inovasi Expo (i3e) 2017 di Grand City, Surabaya, untuk menumbuhkan iklim yang kondusif bagi pengembangan inovasi di Tanah Air. Lebih penting lagi, karya inovasi harus dipertemukan dengan dunia bisnis agar memberi nilai tambah dan menjaga kesinambungan inovasi. Tanpa kolaborasi dengan bisnis, karya inovasi hanya akan dicatat di laboratorium atau kampus tanpa memberi manfaat nyata bagi masyarakat maupun inovatornya.

Pameran yang melibatkan 458 peserta dari seluruh Indonesia ini dibuka oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir, dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, para peserta, dan perwakilan universitas di Kota Surabaya.

Expo para pelaku startup inovasi ini merupakan yang ketiga kalinya. Tahun ini jumlah peserta meningkat sekitar 300 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 Inovator Inovasi Indonesia Expo digelar di Jakarta dengan peserta 52 startup. Kemudian pada 2016 digelar di Bekasi dengan jumlah peserta meningkat menjadi 155. Untuk tahun ini, startup yang dipamerkan meliputi tujuh bidang yakni energi, kesehatan, obat, transportasi, TI, pertanian, kehutanan, dan kemaritiman.

Untuk Inovator Inovasi Indonesia Expo kali ini begitu istimewa karena diikuti oleh para peserta dari Aceh hingga Papua dan mengenakan pakaian adat mereka masing-masing.

Selain berpameran, selama empat hari hingga 22 Oktober, peserta i3e mendapat kesempatan meningkatkan kapasitas dan menggali kesempatan berbisnis. Selama pameran diadakan seminar dan talk show mengenai branding, online marketing, paten dan hak kekayaan intelektual, standar mutu, serta strategi menembus pasar ritel modern. Sesi pembelajaran tersebut diisi oleh pakar-pakar di bidangnya, seperti pakar periklanan Subiakto dari Hotline Advertising, Heriyadi Janwar dari Bhinneka.com, dan Roy Mandey dari Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo). Perwakilan dari Bank Danamon, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Modalku akan berbagi strategi agar peserta dapat mencari peluang investasi dan pendanaan dari perbankan dan lembaga keuangan. Kiat sukses juga akan dibagi oleh perwakilan dari Go-Jek dan sejumlah penerima pendanaan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi. Di sesi terakhir, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan memaparkan langkah-langkah Pemkot Surabaya dalam inovasi di Kota Pahlawan ini.

Peserta juga bertemu dan mempresentasikan karyanya di hadapan investor dari berbagai perusahaan keuangan dalam sesi Business Pitching. Bagi mahasiswa dan masyarakat umum diadakan Kompetisi Inovasi Perguruan Tinggi & Masyarakat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *